Sabtu, 06 Februari 2016

PACARKU SUPERSTAR ( Cho Kyuhyun ) #6

Namanya Cho Kyuhyun, sebagai salah satu member boyband yang populer banyak yang menjadikannya bias (sebutan untuk mereka mengidolakan seseorang lebih dari yang lain) kesayangan. Begitu pun aku, aku ingat saat itu pertama kalinya aku mengetahui sebuah group laki-laki asal Korea Selatan yang beranggotakan 13 pria-pria tampan ini dimulai tahun 2011 dan mulai menggila di tahun 2012 tahun itu adalah tahun korean wave yang mulai menjamur. Aku hanya ingat saat itu Cho Kyuhyun adalah member termuda di group'nya karena itulah aku menyukainya, cukup simple dan sepele hanya karena usianya paling muda awalnya. Tapi lama waktu berlalu dia tumbuh jadi idola yang potensinya tidak bisa disepelekan, sosoknya dikenal sebagai seorang maknae (adik) yang jail dan berani. Wajah dan postur tubuhnya tidak seperti maknae karena member yang lain ada yang lebih cocok terlihat seperti adik dalam group tersebut. Semua orang tentu akan tahu siapa dan apa nama group yang aku sebut-sebut sedari tadi ini. Ya, mereka adalah SUPER JUNIOR. Sebuah group penyanyi atau boyband yang berasal dari Korea Selatan.

Cho Kyuhyun dalam bentuk fisik dan anganku adalah yang terbaik. Mungkin memang sesuatu yang cukup memalukan jika sekarang aku masih mengatakan bahwa dia masih menjadi pacar khayalan atau bias (idola)-ku. Tapi dulu aku bahkan begitu bangga mengucapkan dan berkomentar dengan teman-teman sesama fansgirl K-Pop bahwa Cho Kyuhyun milikku, bahwa dia adalah pacarku.

Semakin waktu berlalu, kini aku menyadari. Bahwa kegilanku dulu, bukan termasuk buruk. Karena dengan masa-masa menjadi fansgirl tersebut aku menemukan teman lain dari macam-macam daerah meski kami hanya berinteraksi di dunia maya lewat jejaring sosial. Untuk teman-temanku sesama fansgirl dulu, terima kasih karena kalian mau mengenal dan menjadi gila bersama-sama saat itu. Mungkin beberapa dari kalian masih ada yang belum keluar dari dunia fansgirl. Dan maaf karena aku keluar lebih dulu. Yang terbesar aku tunjukkan pada Cho Kyuhyun pria idamanku meski tidak mungkin aku bisa bersamamu tapi aku akan mengucapkan terima kasih, karena berkat dirimu beberapa tahun lalu aku memulai kesenangan menjadi fansgirl dirimu. Kepadamu aku katakan Saranghae Cho Kyuhyun.

Ahad, 7 Februari 2016
surat cinta ini aku buat untuk bias (idola) pertamaku di Super Junior dan sekaligus ucapan perpisahanku di dunia fansgirl K-Pop karena move on dari mereka adalah keharusan.

#30HariMenulisSuratCinta

Jumat, 05 Februari 2016

Sepatu, Lumpur dan Noda #5

Hai kamu, sampai hati mengotori sepatuku. Sepatu cantik yang aku rawat dengan cinta. Lihatlah..., warna sepatuku yang cantik jadi berubah. Sepatu bertaliku yang cantik begitu malang, lumpur kau begitu nakal. Kenapa menodai dan membuatnya menjadi jelek seperti ini!
Aku sudah membersihkannya tapi lihat ini, ada sebaris baret yang terbentuk dan bentuknya tak sama lagi. Kau hanya mau mengotori tapi tak punya niat baik membuatnya cantik meski bernoda.

Hai, Noda!
Kau iri ya? Kenapa menempel disini dan tak mau pergi, pergi... pergi... pergi, aku hempas kamu tapi kenapa tetap membandel. Lihat! Lihatlah sepatu cantikku yang malang, harusnya kau menempati tempat yang sama dikeduanya, sepasang sepatuku tak sama lagi. Mereka berbeda. Malangnya kalian, kembar yang kini berbeda. Noda dan Lumpur kalian benar tak mau pergi?

Hah! Kalian bicara apa?

C.I.N.T.A

Aku yang paling mencintai mereka, merawat dan menjaga mereka tapi lihat sekarang kalian yang hanya mengaku-aku.

Sepatuku yang cantik sekarang beristirahatlah kalian ditempat yang nyaman ini, aku sudah memberi pengharum dan pengawet juga akan menyimpan kalian di tempat yang aman. Sekarang, terima kasih untuk hari dimana selama ini kalian telah menemaniku. Menemani setiap langkahku.

Terima Kasih.


#30HariMenulisSuratCinta

Kamis, 04 Februari 2016

CINTA MENTOK #4

Surat ke-4 (empat) ini aku khususkan untukmu. Bukan berarti janjiku hanya bohongan. Percayalah aku akan berusaha memilikimu. Tunggu ya...



Bulan lalu aku katakan padamu, "tunggu aku, sebentar lagi aku akan menjemputmu." Anganku adalah memilikimu sebentar lagi, memelukmu sebentar lagi. Tapi, dua hari lalu. Entah apa yang terjadi, anganku tentangmu semakin kabur, inginku menangis seperti hujan nan gerimis pagi tadi yang mengiringiku diperjalanan mencari sebongkah emas. Aku telah berusaha, tak sampai hati aku katakan padamu untuk bersabar lagi. Mungkin kali ini pun aku belum dapat meminangmu ditanganku, direngkuhanku. Do'a-kan lah esok hari keajaiban kan menyambangiku. Dan kita bertemu Iphone yang aku damba sampai saat itu tunggulah aku di bulan terakhir tahun ini.


#30HariMenulisSuratCinta

Selasa, 02 Februari 2016

KOTA (RINDU) #3

Rasanya menyenangkan sendirian, tidak harus tersenyum dan tampak gembira. Lega memandang murung keluar jendela, membiarkan kesedihan mengalir. Ketika harus memikirkan esok pagi, kota ini terasa sepi, tak ada kebisingan yang familiar. Listrik yang menjadi sumber cahaya ketika malam pun mati. Tapi aku masih dapat melihat kunang-kunang di kota ini, yang membuatku terkejut tidak hanya satu kunang. Berapa jauhnya yang aku tempuh, aku membayangkan suasana ini sebelumnya. Tapi saat ada di dalamnya, aku bisa merasa seluruh jiwa dan ruhku tersenyum sekian detik. Bukan ini!





#30HariMenulisSuratCinta

POS (KIRIM) JODOH #2

Untuk kamu yang masih tersembunyi.

Rasanya rangkaian katapun sulit aku utarakan untukmu, sampai membagi diri menjadi tubuh dan jiwa, tetap tak bisa menjelaskan rasaku kepadamu. Sebetulnya, aku yakin sekali bahwa kamu sama dengan aku. Aku yakin sekali bahwa kamu pun masih mencari. Ah, sudahlah. Aku tak perlu repot-repot membentuk kata-kata baru untuk mencetuskan gagasanku. Untuk dunia ide tentang hubungan kita dan tak usah capek-capek siang malam mengumpulkan kata. Karena dengan kosakata semacam 'Jodoh' sudah kurasa cukup untuk mengamati lapis-lapis perasaanku kepadamu.

#30HariMenulisSuratCinta

Minggu, 31 Januari 2016

Musuh Dalam Kenangan Terbaik #1

Kamu...
apa kabar? meski tak lagi nampak dan tak lagi bersua, aku masing selalu mengenangmu.

Aku masih menyayangimu meski terluar dari diriku menampakkan ketidak senanganku padamu, andai dulu kamu percaya padaku. Mungkin sampai kini kita masih akan bersahabat, kau yang selalu membuat hariku dulu penuh warna juga tantangan dan kisah penuh drama nan melankolis. Karena kamu yang pertama, temanku sahabatku saudaraku. Mereka bilang kita kembar namun tak serupa, kita sama namun berbeda. Kamu yang begitu terbuka serta menyenangkan.

Apa kamu mengingatku? Disini di dalam hatiku, aku masih sangat mengingatmu, ingatkah kamu? Saat itu kamu menangis dalam pelukku dan aku menangis melihatmu bersedih seperti itu. Bukankah aku akan selalu ada untukmu, untuk mendengar kisahmu, untuk berbagi rasa sedihmu bukan hanya ceriamu. Kau mungkin merasa kecewa dengan kejadian saat dimana, kau melihat pesan di handphone-ku waktu itu. Aku sendiri takut menjelaskan, karena untuk pertama kalinya dalam persahabatan kita, kau begitu murka padaku.

Ingatkah kamu? Saat dimana pertama kali kita berteman, aku mengingatmu sebagai seorang gadis penuh percaya diri, sedang aku hanya gadis pemalu. Kamu yang pertama mengenalkan diri, menghampiriku untuk makan di kantin bersamamu. Waktu itu kau makan sangat banyak, badan mungil dengan selera makan yang hebat. Mungkin aku menyukai dari saat itu, kau punya selera yang sama denganku. Terima kasih karena kamu, aku memiliki kenangan terbaikku saat sekolah dulu. Aku memiliki pengalaman terhebat saat itu dan karena kamu juga aku pun belajar tentang kehidupan, untuk tumbuh tetap percaya diri. Meski untuk tetap tegak, seseorang harus berusaha keras. Kehidupan ini tak selamanya berpihak pada kita, aku akan selalu mengingat bahwa percaya pada diri sendiri adalah hal pertama yang akan membantumu tetap tegak.

Meski kita tak lagi sama seperti dulu, semoga cinta dan kasih yang dulu sempat kita miliki. Akan membawamu serta diriku bertemu lagi.

Tertanda untuk seorang yang aku benci namun dalam jiwaku aku masih menyayangi. TERIMA KASIH untuk kisah dan pengalaman indah kita dulu.

Jumat, 01 Januari 2016

DIA #FOTO

'HAPPY NEW YEAR'

Pukul 00.00 tepat pergantian hari dan tahun, orang-orang menyebutkan resolusinya dalam hati mereka. Dan beberapa orang lainnya menikmati tidur mereka di tempat tidur yang nyaman. Aku membuka sosial media facebook-ku dan karena sudah menjadi keharusan tahun baru akan hujan dengan menarik selimutku lebih tinggi, dan menempatkan notebook lebih dekat aku men-klik album foto facebook ku malam ini.

"Ah ini foto 4 tahun lalu saat di kelas tiga SMU, masih dengan gaya rambut poni tirai yang hampir menutupi mata, memegang pundaknya dengan canggung, aku ingat ini adalah satu-satunya fotoku dengannya..." Melihatnya lagi, jadi mengingatkanku sesuatu...

"Belum tidur?"

"Hemm..."

"Ayam bakarnya sudah jadi, kakak mau ikutan makan nggak di luar? Kalau enggak porsi punya kakak buatku aja ya!"

"Enak aja...!!"

Melocat dari dudukku di sofa ruang tengah, dan mendapati semuanya sudah siap, papa mendekat ke arahku membawa dua piring besar di tangannya, "Kakak kita makannya di dalam rumah saja, di luar udaranya jadi dingin."


Cepat sekali waktu berganti...