Judul : JODOH
Saya pribadi mengartikan Jodoh adalah sesuatu hal yang tidak akan saya ketahui sampai kapanpun, bahkan sampai saat dimana saya bertemu belahan jiwa saya kelak.
Penulis : Fahd Pahdepie
Penerbit : Bentang Pustaka
Halaman : 246
"Kubiarkan cahaya bintang memilikimu
Kubiarkan angin yang pucat
Dan tak habis-habisnya gelisah
Tiba-tiba menjelma isyarat merebutmu
Entah kapan bisa kutangkap" (Sarpadi Djoko Damono, Nuktuno, Hujan Bulan Juni, 2003.
Itu tadi penggalan syair dari Sarpadi Djoko Damono yang menjadi salah satu inspirasi Fahd Pahdepie dalam menyelesaikan novel Jodoh.Yang membuat saya juga tertarik dengan syair dan puisi-puisi yang ada di dalam novel ini.
Di dalam blurb yang ada di sampul novel sendiri sudah sangat menarik, tentang pertanyaan-pertanyaan mengenai "Apa itu Jodoh?"
Saya pribadi mengartikan Jodoh adalah sesuatu hal yang tidak akan saya ketahui sampai kapanpun, bahkan sampai saat dimana saya bertemu belahan jiwa saya kelak.
"Ini adalah kisah tentang seorang laki-laki dan perempuan, yang memutuskan untuk berlayar-jauh sebelum mereka bisa membaca arah atau menebak cuaca; bahkan jauh sebelum mereka disibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang waktu, takdir, cinta, dan jodoh itu sendiri."
Karakter utama Sena yang bisa saya katakan sangat manis dalam menggambarkan cintanya pada Keara, cinta pertama yang akan selalu terkesan polos dan manis. Sedang untuk setting waktunya tentu akan membawa saya pribadi mengingat tahun-tahun sebelum smartphone berkembang seperti saat ini, tapi gambaran tentang masa lalu yang Sena lalu saat memulai pendekatan seorang anak-anak atau remaja itu menyejukkan hati, meski terkesan konyol.
Keseluruhan cerita dari novel Jodoh tentu tidak jauh dari pertanyaan-pertanyaan Sena, Keara maupun Amri apakah seseorang yang kau cintai saat ini, apakah orang itu jodohmu? kisah cinta pertama Sena yang membawanya memaknai Jodoh. Ini buku pertama karya Pahd Pahdepie yang saya baca tapi saya cukup puas mendapat sebuah cerita manis tentang cinta pertama meski cinta pertama tidak selalu berhasil.
Dan ini adalah beberapa kalimat yang saya suka di buku ini :
"Hari itu, aku mengejar takdir buruk untuk aku kalahkan, tetapi justru aku yang dipaksa nasib untuk menelan kehilangan." (hlm.120)
"Mengapa aku harus melulu takut untuk mencintaimu? Mengapa aku harus takut bersamamu?" (hlm.136)
Saya menemukan beberapa typo yang meski tidak terlalu mengganggu tapi akan sangat baik jika untuk cetakkan selanjutnya bisa diperbaiki.
"Aku enggak tahu harus ngomomg apa, Am," Sahutku. (hlm.127)
"Sebagian orang berhasil mengikuti panggilan yang dibisikkan hati setiap mereka, sementara sebagian lainnya memilih untuk menunda atau terpaksa mengabaikannya!" (hlm.130)
"Adam yang dibela, dianakemaskan, pada akhirnya harus mengecewakan Tuhan dengan mendekati pohon dan menggigit buah terlarang, bukan?" (hlm.142)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar